Welcome to my blog, enjoy reading.

Sabtu, 30 Januari 2010

SISTEM KELISTRIKAN





Alternator
Alternator adalah perangkat penting pada kendaraan anda..
Alternator berfungsi untuk mensuply arus listrik untuk keperluan kendaraan anda. Battery mobil tidak akan mampu mensuply arus listrik sendirian. Sifat battery (accu atau aki) adalah sebagai penampung arus listrik yang dihasilkan oleh alternator. Alternator akan mengisi arus ke battery bila diperlukan, tugas ini dipegang oleh regulator (jaman dulu masih pake sistem “ketot” istilah orang bengkel jaman doeloe). Sekarang regulator diatur oleh IC bahkan teknologi yang paling mutakhir sekarang regulator diatur oleh ECU (engine control module). Biasanya mobil-mobil dengan teknologi injeksi sudah menerapkan sistem ini.
Cek Alternator sebelum Ganti Accu
untuk anda yang punya masalah dengan sistem kelistrikan mobil ada baiknya membaca artikel berikut ini. tips ini saya berikan agar mudah bagi para pemula untuk mengecek sendiri sistem kelistrikannya
masalah alternator biasanya berhubungan dengan sistem pengisian accu, ditandai dengan lampu CHG menyala merah, atau ada indikator di dashboard dengan gambar battery yang menyala “pada saat mesin hidup”
nah untuk mengetahui apakah benar alternator anda bermasalah berikut caranya :
1. hidupkan mesin mobil anda, biarkan menyala beberapa saat agar idle
2. buka kap mesin mobil anda dan lihat letak accu anda
3. lepas terminal negatif (-) kemudian lihat apa yang terjadi
berikut catatannya
bila mesin masih hidup berarti alternator anda melakukan pengisian ke accu, namun perlu dicatat juga bila indikator CHG anda masih menyala berarti alternator mengalami “overcharging” kelebihan arus listrik, segera periksakan alternator anda pada ahlinya
bila mesin mobil anda mati berarti alternator anda tidak melakukan pengisian ke accu, klo udah begini coba anda periksa sekringnya biasanya ada rumah sekring yang bertuliskan CHG atau ALT, ganti klo putus, bila sekring dalam keadaan baik, kemungkinan yang lain adalah kullbrush abis, kemungkinan kumparan rusak, atau regulator rusak selalu cek dari yang paling terdekat yaitu sekring !!
demikian info ini semoga bermanfaat buat rekan-rekan sekalian

SUSPENSI



Sistem suspensi (kendaraan)

Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak diantara bodi (kerangka) dengan roda. Ada dua jenis utama suspensi yaitu :
1. Sistem suspensi dependen atau sistem suspensi poros kaku (rigid)
2. Sistem suspensi independen atau sistem suspensi bebas.
Sistem suspensi dependen
Roda dalam satu poros dihubungkan dengan poros kaku (rigid), poros kaku tersebut dihubungkan ke bodi dengan menggunakan pegas, peredam kejut dan lengan kontrol (control arm)
Awalnya semua kendaraan menggunakan sistem ini. Sampai sekarang sebagian besar kendaraan berat seperti truck, masih menggunakan sistem ini, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda belakang.
Sistem suspensi independen
Antara roda dalam satu poros tidak terhubung secara langsung, masing-masing roda (roda kiri dan kanan) terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan suspensi (suspension arm), pegas dan peredam kejut. Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak mempengaruhi roda yang lain.
Umumnya kendaraan penumpang menggunakan sistem ini pada semua poros rodanya, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda depan sedangkan pada poros roda belakang menggunakan sistem suspensi dependen pada poros roda belakang. Tipe MacPherson strut dan double-wishbone termasuk dalam jenis sistem ini.
Komponen utama
Pegas
Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan.
Beberapa tipe pegas yang digunakan pada sistem suspensi :
• Pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama 'per keong', jenis yang digunakan adalah pegas ulir tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan.
• Pegas daun (leaf spring), umumnya digunakan pada kendaraan berat atau niaga dengan sistem suspensi dependen.
• Pegas puntir atau dikenal dengan nama pegas batang torsi (torsion bar spring), umumnya digunakan pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat.
Peredam kejut
Peredam kejut berfungsi untuk meredam beban kejut atau goncangan atau getaran yang diterima pegas.
Lengan suspensi
Lengan suspensi atau suspension arm hanya terdapat pada sistem suspensi dependen, terpasang pada bodi atau rangka kendaraan, berfungsi untuk memegang rangka roda kendaraan. Pergerakan yang komplek pada roda agar dapat sinkron dengan pergerakan pergerakan lengan suspensi maka terdapat ball joint pada pengikatan lengan suspensi dengan rangka roda.

REM




Sistem rem
Sistem rem dalam teknik otomotif adalah suatu sistem yang berfungsi untuk :
1. Mengurangi kecepatan kendaraan.
2. Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan.
3. Menjaga agar kendaraan tetap berhenti.
Komponen utama dalam sistem rem terdiri dari :
• Pedal rem atau tuas rem.
• Penguat (booster).
• Silinder master (master cylinder).
• Saluran pengereman atau kabel (lines).
• Rem drum atau rem cakram.
Sistem rem anti terkunci
Sistem rem anti terkunci atau anti-lock braking sistem (ABS) merupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
Sistem ini bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras sehingga salah sebagian atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju, membuat kendaraan tidak terkendali sama sekali. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.

Sabtu, 16 Januari 2010

Sistem Kopling


Kopling terdiri atas pelat penekan (preassure plate), tutup kolping (clutch cover), pena poros putar pegas diafragma dan rakitan plat kopling (driven plate). Pedal kopling terhubung ke shift block melalui poros kopling dan shift fork. Pelat kopling dipasang antara roda gila (flywheel) dan pelat tekanan (preassure plate). Tekanan pegas diafragma menjepit pelat kopling melalui roda gila (flywheel) dan pelat tekanan untuk memberikan gesekan yang perlu untuk mengaktifkan kopling. Menekan pedal kopling menggerakkan shift fork ke shift block. Shift block menekan terlepasnya bearing melawan diafragma untuk mengatasi gaya pegas diafragma dan memisahkan pelat kopling dari roda gila (flywheel) dan pelat tekanan untuk membebaskan kolping.


MASTER CYLINDER

Master cylinder mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Menekan pedal kopling menyebabkan push rod bergerak terhadap piston untuk menutup return port. Minyak kopling terdorong keluar dari master cylinder. Melepaskan pedal kopling menyebabkan pegas balik memaksa piston kembali ke posisi aslinya. Return port terbuka dan minyak kopling mengalir kembali ke dalam tangki minyak. Dengan cepat melepaskan pedal kopling akan menyebabkan tekanan minyak pada sisi pegas balik menjadi lebih rendah daripada tekanan minyak pada sisi push roda.

Ini memungkinkan minyak pada sisi push rod mengalir dengan cepat ke sisi pegas balik side melalui port di dalam kepala piston.

Ini menyamakan tekanan pada dua sisi piston.


SLAVE CYLINDER

Slave cylinder mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanik. Minyak hidrolik yang dikirim dari master cylinder menggerakkan slave cylinder piston untuk mengaktifkan shift fork. Energi makanik yng dihasilkan aleh slave cylinder secara langsung sebanding dengan diameter master cylinder dan slave cylinder. Sekrup buang udara (bleeder screw) disediakan untuk membuang udara dari slave cylinder.


PELAT TEKANAN (PREASSURE PLATE ASSEMBLY)

Pelat tekanan teriri atas tutup kopling, pelat penekan dengan pegas diafragma. Mengoperasikan pedal kopling menyebabkan pelat penekan bergerak ke arah aksikal untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan kopling.


PELAT KOPLING (DRIVEN PLATE ASSEMBLY)

Pelat kopling terdiri atas pelat dan racing.

Pelat terdiri atas tengah kopling (clutch center), pelat bantalan (cushioning plate) dan pegas torsi. Facing dipaku keling pada kedua sisi dari pelat bantalan. Pelat bantalan memberikan umur yang lebih panjang dengan memperkecil keausan dan getaran pada permukaan singgung kopling.